[ Terlalu Dini Bersekolah, si Kecil Bisa Kehilangan Masa Kanak-kanaknya? ]

Jakarta, Umumnya, anak disekolahkan di Taman Kanak-kanak (TK) saat usia 5-6 tahun. Baru setelahnya, di usia 7 tahun ia akan melanjutkan pendidikan ke bangku Sekolah Dasar (SD). Namun bagaimana jika anak disekolahkan lebih awal?

Misalnya saja di usia 5-6 tahun tapi sudah dimasukkan ke SD. Apakah ada dampak buruknya, sebut saja anak merasa masa kanak-kanaknya terenggut? Nah, menanggapi hal ini, psikolog pendidikan Rafika Ariani, MPsi, mengatakan efek seperti itu tergantung dari masing-masing anak.

“Anak itu kalau menurut saya tidak bisa diprediksi sendiri. Bisa juga misalnya kita check list anak belum siap (sekolah), tapi kita paksain. Bisa aja kalau preschoolnya preschool yang bagus, misalnya dia mulai banyak kasih mainan ke anak terus anak bisa berbaur sama kelompoknya. Kalau bagus stimulasinya, anak bisa berkembang sesuai kemampuannya,” tutur wanita yang akrab disapa Fika ini.

Dalam perbincangan dengan detikHealth, Fika menegaskan bahwa pada prinsipnya materi yang diterima anak dChildreni preschool sebenarnya merupakan pondasi anak untuk berinteraksi dengan orang lain, bukan untuk belajar baca-tulis-hitung (calistung).

Fika menambahkan, sekolah juga perlu melihat bagaimana kemampuan si anak dan apa yang bisa disediakan oleh sekolah supaya kemampuan anak terus berkembang. Contohnya, pada anak dengan kebutuhan khusus, jika sekolah tahu bagaimana cara meng-handle si anak, lalu bagaimana jika ia digabungkan dengan anak-anak lainnya, menurut Fika bisa saja kemampuan si anak berkembang.

“Dan mudah-mudahan dia tidak jadi korban bullying. Tapi patut diingat untuk mengembangkan kemampuan anak, selain sekolah juga harus ada peran keluarga, terutama orang tua,” tutur alumnus Universitas Indonesia ini.

Dihubungi terpisah, psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani, MPsi menuturkan memang ada sekolah-sekolah yang sistem pendidikannya cenderung memaksa. Dalam artian, si anak diajari calistung padahal mungkin anak belum betul-betul siap untuk belajar calistung.

“Makanya ini yang mesti kita cermati saat memilihkan sekolah untuk anak adalah yang memang memberi stimulasi sesuai tahap tumbuh kembang anak, tidak memaksakan baca tulis di usia dini tapi lebih ke pra baca dan pra tulis. Dan caranya yang menyenangkan,” kata wanita yang akrab disapa Nina ini.

“Pemaksaan nggak bisa buat anak-anak. Kalau itu yang terjadi, bisa saja si anak merasa terenggut masa kanak-kanaknya,” pungkas Nina.XL-DUPLO

Posted in LEGO News & Facts.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>