The LEGO® Brand

The LEGO® Brand values
Imagination:
Curiosity asks, ”Why?” and imagines explanations or possibilities (if.. then). Playfulness asks what if? and imagines how the ordinary becomes extraordinary, fantasy or fiction. Dreaming it is a first step towards doing it.
2016 – Year of Monkey

LEGO Store
Lego Creations
Kata Para Orang Tua Ketika Anak-anak Ikut Demam Pokemon Go
Bukan saja orang dewasa, anak-anak pun berpotensi memainkan game berbasis augmented reality, Pokemon Go. Bagi para orang tua, ada yang membolehkan sang anak untuk memainkan game ini tapi dengan syarat tertentu. Atau sebaliknya, ada yang justru melarang. Seperti Dhean (35) yang tinggal di Surabaya. Ia mengatakan jika memang sang anak, Akbar (11) akan menginstall game tersebut ia membolehkannya. Tetapi, ketika bermain harus di bawah pengawasan sang ibu. Apalagi, selama ini memang penggunaan ponsel dan laptop Akbar selalu di bawah pengawasan. “Kalau nyarinya mesti jalan-jalan ke sana ke mari kayaknya Akbar mainnya juga harus aku anterin deh, nggak boleh sendirian,” tutur Dhean ketika berbincang dengan detikHealth, Kamis (14/7/2016). Lain halnya dengan Evida. Ia dengan tegas tak membolehkan putrinya yang berusia 12 tahun dan putranya yang berusia 9 tahun untuk menginstall Pokemon Go. Meskipun, dikatakan Evida, kedua anaknya memang termasuk gamers dan ‘gadgeters’. Evida mengatakan, saat games ini booming, ia memberitahu anak-anaknya tidak boleh meng-install-nya tanpa seizin sang ibu. Ia pun mengatakan bahwa si anak belum perlu mainan ini. “Permainan ini memang membuat orang bergerak tapi justru tidak safe buat anak-anak. Saya agak takut kalau mereka ke luar rumah dan hilang fokus dengan keadaan sekitarnya. Kalau hanya membuat anak-anak bergerak, saya pikir ada banyak cara yang edukatif dan sportif. Main sepeda, badminton, mengajak jalan binatang peliharaan, petak umpet, dan itu masih dilakukan anak-anak saya,” terang wanita yang berdomisili di Depok ini. Menurut Evida, anak-anaknya cukup kooperatif karena berdasarkan kesepakatan, pembelian gadget menggunakan uang si anak dengan cara mencicil dari uang jajan. Kemudian, sampai usia 17 tahun, Evida dan suami berhak mengecek isi gadget mereka secara langsung di depan mereka. Soal kekhawatiran lain, lanjut Evida, tentu ada. Karena di rumah tidak ada Asisten Rumah Tangga (ART) kemudian Evida dan suaminya bekerja, sehingga si anak diwanti-wanti tidak keluar rumah untuk hal yang tidak penting. Selama ini, anak-anak Evida boleh keluar rumah untuk bersepeda dengan teman atau main ke rumah teman, tapi sebelumnya mereka harus izin lebih dulu. “Nah, kalau Pokemon go ini tentunya akan membuat anak-anak saya keluar rumah dengan frekuensi sering dan bisa membuat mereka lost focus dengan keadaan sekitar. Rumah jadi tidak terjaga dengan baik, dan tentu ketakutan saya yang terbesar itu adalah ada orang yang memanfaatkan itu, semisal penculikan anak,” kata Evida. Menanggapi jika Pokemon Go ini dimainkan oleh anak-anak, psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani MPsi yang juga ibu dari dua anak turut angkat bicara. Wanita yang akrab disapa Nina ini mengatakan, dengan bermain Pokemon Go, terutama tanpa pengawasan, dikahwatirkan anak-anak bisa masuk ke area-area yang cenderung membahayakan mereka. “Kemudian khawatir akan faktor keamanan anak saat mengejar pokemon ini. Lalu khawatir kalau anak-anak ini kecanduan gadget. Selain itu, ada kekhawatiran lain, misalnya mereka jadi menghabiskan terlalu banyak waktu buat main dan mengesampingkan hal lain yang lebih penting seperti belajar atau bersosialisasi dengan orang-orang di sekitarnya secara nyata,” tutur Nina. (rdn/fyk)
[ Terlalu Dini Bersekolah, si Kecil Bisa Kehilangan Masa Kanak-kanaknya? ]
Jakarta, Umumnya, anak disekolahkan di Taman Kanak-kanak (TK) saat usia 5-6 tahun. Baru setelahnya, di usia 7 tahun ia akan melanjutkan pendidikan ke bangku Sekolah Dasar (SD). Namun bagaimana jika anak disekolahkan lebih awal?
Misalnya saja di usia 5-6 tahun tapi sudah dimasukkan ke SD. Apakah ada dampak buruknya, sebut saja anak merasa masa kanak-kanaknya terenggut? Nah, menanggapi hal ini, psikolog pendidikan Rafika Ariani, MPsi, mengatakan efek seperti itu tergantung dari masing-masing anak.
“Anak itu kalau menurut saya tidak bisa diprediksi sendiri. Bisa juga misalnya kita check list anak belum siap (sekolah), tapi kita paksain. Bisa aja kalau preschoolnya preschool yang bagus, misalnya dia mulai banyak kasih mainan ke anak terus anak bisa berbaur sama kelompoknya. Kalau bagus stimulasinya, anak bisa berkembang sesuai kemampuannya,” tutur wanita yang akrab disapa Fika ini.
Dalam perbincangan dengan detikHealth, Fika menegaskan bahwa pada prinsipnya materi yang diterima anak d
i preschool sebenarnya merupakan pondasi anak untuk berinteraksi dengan orang lain, bukan untuk belajar baca-tulis-hitung (calistung).
Fika menambahkan, sekolah juga perlu melihat bagaimana kemampuan si anak dan apa yang bisa disediakan oleh sekolah supaya kemampuan anak terus berkembang. Contohnya, pada anak dengan kebutuhan khusus, jika sekolah tahu bagaimana cara meng-handle si anak, lalu bagaimana jika ia digabungkan dengan anak-anak lainnya, menurut Fika bisa saja kemampuan si anak berkembang.
“Dan mudah-mudahan dia tidak jadi korban bullying. Tapi patut diingat untuk mengembangkan kemampuan anak, selain sekolah juga harus ada peran keluarga, terutama orang tua,” tutur alumnus Universitas Indonesia ini.
Dihubungi terpisah, psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani, MPsi menuturkan memang ada sekolah-sekolah yang sistem pendidikannya cenderung memaksa. Dalam artian, si anak diajari calistung padahal mungkin anak belum betul-betul siap untuk belajar calistung.
“Makanya ini yang mesti kita cermati saat memilihkan sekolah untuk anak adalah yang memang memberi stimulasi sesuai tahap tumbuh kembang anak, tidak memaksakan baca tulis di usia dini tapi lebih ke pra baca dan pra tulis. Dan caranya yang menyenangkan,” kata wanita yang akrab disapa Nina ini.
“Pemaksaan nggak bisa buat anak-anak. Kalau itu yang terjadi, bisa saja si anak merasa terenggut masa kanak-kanaknya,” pungkas Nina.![]()
Viking adventure island
After a hard day’s raiding and pillaging, a fearless warrior needs some time to kick back and relax. Scale the heights of the watch tower, leap from the pier, or take a nap in the cozy hall! Activities include fishing, swimming, stashing treasure, polishing weapons, herding goats, and standing guard. Brick Vader displays it all, on an incredibly tiny and detailed piece of real estate. Great trees and great rockwork, all using a cohesive earthy palette. Only thing missing is the longboat.
New Products From TokoLego
The Hulk
Harga: Rp199.000
New for March 2017, LEGO BrickHeadz construction characters bring you a brand new way to collect, build and display iconic characters from your favorite movies, TV series, games and comics. This larger-than-life Hulk BrickHeadz Marvel toy is fun to build using colorful LEGO System bricks that recreate all of his iconic details, including buildable fists and hair, plus decorated muscles. Flex your new BrickHeadz muscles in your home, office or anywhere you like.
The Hulk
Harga: Rp199.000
New for March 2017, LEGO BrickHeadz construction characters bring you a brand new way to collect, build and display iconic characters from your favorite movies, TV series, games and comics. This larger-than-life Hulk BrickHeadz Marvel toy is fun to build using colorful LEGO System bricks that recreate all of his iconic details, including buildable fists and hair, plus decorated muscles. Flex your new BrickHeadz muscles in your home, office or anywhere you like.
Black Widow
Harga: Rp199.000
New for March 2017, LEGO BrickHeadz construction characters bring you a brand new way to collect, build and display iconic characters from your favorite movies, TV series, games and comics. This Black Widow BrickHeadz Marvel gift is fun to build using LEGO System bricks that recreate all of her iconic details, including black costume with belt and red buckle decoration, and buildable iconic hair! She also comes with two detachable batons and stands on a baseplate with series number and BrickHeadz icon for easy display. Whatever the assignment, you will be glad to have this Russian femme fatale fighting on your side
Black Widow
Harga: Rp199.000
New for March 2017, LEGO BrickHeadz construction characters bring you a brand new way to collect, build and display iconic characters from your favorite movies, TV series, games and comics. This Black Widow BrickHeadz Marvel gift is fun to build using LEGO System bricks that recreate all of her iconic details, including black costume with belt and red buckle decoration, and buildable iconic hair! She also comes with two detachable batons and stands on a baseplate with series number and BrickHeadz icon for easy display. Whatever the assignment, you will be glad to have this Russian femme fatale fighting on your side






